Thursday, February 28, 2013

Prakata


Siang ini ada bahagia muncul di beranda saya. Ada binar-binar surga di sela keruwetan otak saya. Izinkan saya melempar tanya. Hal apa yang membahagiakanmu selain hidupmu dipenuhi cinta? Tak ada. Maka, marilah turut serta berbahagia bersama saya dan adik saya semasa sekolah =D

Saya memang terlalu sibuk mengejar ci[n]ta hingga hati saya tak jua berpaut pada siapapun. Sedih? Iya, sering malah terkadang. Saya juga ingin seperti yang lain, bertemu sosok yang membuat degup dada saya berkali-kali lipat lebih banyak. Tapi, saya sadar bahwa hati tidak perlu dipaksa. Nun jauh di lauh al-mahfudz sana, sebelah hati saya telah tertawan. Saya hanya perlu memantaskan diri, dan tentu juga hati. Adakah yang lebih sakral daripada perasaan? Maka, marilah menjaga hati sebaik-baiknya, memuliakan perasaan yang kelak kau sebut cinta.

Siapapun yang sedang dipenuhi cinta, bersyukurlah. Ia menggenapkan bahagiamu yang ganjil. Ia menutup dukamu yang sendu. Maka, nikmat Tuhan-Mu yang manakah yang kamu dustakan?


Arumdalu 04, 
dengan otak yang kembali menjumputi morfem untuk bahan skripsi

Saturday, February 23, 2013

Thursday, February 21, 2013

Kepada Hati

Apa kabar? Saya harap kamu baik-baik saja dan akan terus baik. Kamu masih ingat lukamu setahun yang lalu sayang? Masih tentunya. Saya yakin kamu masih mengingatnya. Dengar baik-baik sayang... Kamu memang akan terus mengingat dan menyimpan memori pedih itu, tapi kamu hanya perlu memaafkan dan merelakan lukamu hilang. Kamu tahu kan pasti ada bahagia yang datang setelah luka yang kamu dapatkan? Karena Tuhan selalu menyembuhkan sayang... Ia selalu menyembuhkan setiap lukamu untuk kemudian membahagiakanmu. Saya akan terus berdoa agar kamu tidak sakit lagi, dan tentu saja kamu tidak balik menyakiti. Terkadang kamu memang harus sakit dulu untuk bangkit. Siapapun yang pernah toreh pedih itu, maafkan dan doakan dia dalam setiap pintamu. Sungguh, malaikat pun akan turut mengamini pintamu. Jadi, tanpa perlu saya tanya bagaimana kabarmu saya sudah tahu jawabnya kan? <3


ditujukan kepada hati saya sendiri
Yogyakarta, 2013

D O A

Saya tahu hanya kepada siapa saya akan berlabuh. Tapi... saya lupa kapan terakhir kali saya benar-benar melabuhkan diri. Di dermaga yang senantiasa saya sambangi, saya tidak sungguh-sungguh berlabuh, saya hanya lewat sambil lalu. Kini ada kerinduan yang tak tertahankan untuk kembali menuju satu-satunya labuhan saya. Saya tidak sedang dalam carut marut kesedihan hingga saya harus merengek-rengek pada-Nya. Pun, saya tidak sedang dalam gegap gempita kebahagiaan hingga saya harus memuji-muji nama-Nya. Saya sedang biasa-biasa saja. Saya hanya merasa kosong dan rindu. Saya rindu untuk sepenuhnya berlabuh pada-Nya. Itu saja. 

Ken[angan]

"Karena sampai kapanpun akan selalu ada kenangan yang tertinggal dari yang pernah kau kasihi. Selalu.."




Menyemai Harapan

Boleh jadi, ini semester terberat yang akan saya lalui. Sampai di titik ini saya memutuskan mempercepat waktu studi saya. Itu berarti saya harus berjuang mati-matian untuk bisa mencapai target wisuda November tahun ini. Ini semester pembuktian, semester penuh harapan. Baru juga mulai sudah terasa demikian berat. Tapi tak apa. Bukankah semakin tinggi pohon maka angin yang bertiup juga akan semakin kencang? Demikian juga semakin tinggi semester di mana kamu berada semakin berat hari-hari yang akan kamu lalui. Saya memang seorang yang bisa dikatakan study oriented. Beberapa kali IP saya nyaris mencapai sempurna, 4,00. Dan semester lalu adalah semester terburuk yang pernah saya alami. IP saya turun drastis. Saya terima. Sangat terima malah. Saya berdamai dengan portal akademik untuk kesemua itu. Saya tidak akan menyalahkan hal-hal di luar diri saya. Sungguh kalaupun prestasi saya menurun itu karena saya sendiri. Siapapun boleh mencela saya karena pilihan untuk study oriented. Bagi saya prestasi akademik adalah suatu keharusan. Apalagi mengenakan selempang cum laude di saat wisuda nanti. Itu mutlak bagi saya. 

Setiap orang memiliki pilihan sendiri dalam hidupnya. Termasuk saya. Saya memilih untuk berorientasi pada studi saya di semester ini. Dengan sepenuh hati saya niatkan untuk menyelesaikan jenjang strata 1 pada akhir tahun ini, November 2013. Saya tahu akan ada banyak terpaan badai mengguncang saya nantinya. Saya hanya tahu saya pasti bisa melewatinya, sekeras apapun itu. Saya niatkan kelulusan saya akan menjadi hadiah ulang tahun ibunda saya yang ke-51. Niat baik akan berakhir baik pula. Maka, semailah harapan sebaik-baiknya. Tuhan tidak akan kemana-mana. Ia selalu bersama orang baik dengan niat baik pula.