Seperti saya selo sekali ya, buang menit dan jam untuk me-review blog antah berantah milik keroyokan? Iya, saya memang selo
Terlepas dari ke-saklek-kan fonologi, saya mengapresiasi blog ini. Saya melihat ada diskusi nan hidup dari morfem, klausa, dan wacana yang ditumpahkan penulis-yang-entah-siapa. Dari blog ini saya melihat realita sehari-hari, tentang diri sendiri yang kadang remeh dan temeh, teman, sosial, politik, agama, dan tentu saja persoalan-klasik-dari-masa-ke-masa, sebut saja cinta. Penulis memaparkan hal dengan tidak menggurui, begitu kesan saya. Bagian paling favorit saya adalah seri Lek Gon. Cerita Lek Gon disajikan dengan bernas, memperlihatkan sudut pandang yang tidak biasa. Meskipun EYD tidak berlaku utuh dalam blog ini, tapi esensi yang ingin disampaikan tidak lantas hilang. Persoalan agama yang diangkat juga cerdas. Penulis(-penulis)nya mampu mengolah kata membalas nyinyir-an kelompok-kelompok islam di luar sana yang katanya benar segala-galanya. Mungkin saya sedikit objektif karena
Apapun itu, membaca karya orang memang membahagiakan, apalagi menuliskannya.
You are what you read and you are what you write.
Salam membaca dan menulis :)
-Arumdalu 04-

